Di San Francisco, RI Promosikan Ekonomi Digital

Kabar Diplomasi  
Diskusi panel interaktif yang bertema “Emerging Tech in Asia” (Dok. KJRI San Francisco)
Diskusi panel interaktif yang bertema “Emerging Tech in Asia” (Dok. KJRI San Francisco)

DIPLOMASI REPUBLIKA, SAN FRANCISCO -- Indonesia mempromosikan ekonomi digital dan mendorong investasi sektor inovasi teknologi di ajang Asia Society Northern California, Amerika Serikat (AS), 19 Mei 2022. Konsulat Jenderal RI San Franscisco Prasetyo Hadi, menjadi salah satu pembicara pada diskusi panel interaktif yang bertema “Emerging Tech in Asia”.

“Indonesia memiliki kemajuan yang sangat pesat di bidang teknologi digital. Kami juga memiliki banyak inovasi baru di bidang teknologi yang dikembangkan oleh anak muda Indonesia. Kita juga melihat bagaimana teknologi digital telah tumbuh pesat dan memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai problematika di masa pandemi Covid-19,” kata Konjen Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima Diplomasi Republika, Selasa (24/5/2022).

Acara digelar di Medill School of Journalism San Francisco. Kegiatan diselenggarakan untuk mengisi peringatan tahunan Asian American and Pacific Islander (AAPI) Heritage Month 2022. Diskusi interaktif dipandu oleh moderator Ms. Priya Rajan, Market Lead for India and MENA in Silicon Valley Bay’s international market development team, Silicon Valley Bank.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Acara ini diikuti oleh sekitar 200 orang peserta aktif. Selain Konjen Prasteyo, pembicara lain yaitu Konjen India Ambassador TV Nagendra Prasad, Konjen Filipina Neil Frank R Ferrer, dan Deputi Konjen Australia & Komisi Perdagangan Investasi Australia di San Francisco, Odette Hampton.

Para pembicara diskusi “Emerging Tech in Asia” termasuk Konjen RI San Francisco Prasetyo Hadi (ketiga dari kiri) (Dok. KJRI San Francisco)
Para pembicara diskusi “Emerging Tech in Asia” termasuk Konjen RI San Francisco Prasetyo Hadi (ketiga dari kiri) (Dok. KJRI San Francisco)

Konjen Prasetyo menyampaikan perkembangan startup Indonesia dan potensi ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan menempati posisi ke-6 dunia. Indonesia memiliki lebih dari 2 ribu startup, tiga decacorn, dan lebih dari tujuh unicorn.

“Pemerintah Indonesia berusaha agar seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses digital yang inklusif, mendorong peningkatan digitalisasi di semua sektor, termasuk mendukung bisnis UMKM,” tambahnya.

Berbagai program dan upaya yang dilakukan Pemerintah melalui perluasan kerja sama dengan sejumlah universitas dan perusahaan IT terkemuka di dunia. Kerja sama itu dalam bentuk program peningkatan kapasitas digital, atau digital talent di sejumlah kalangan, bekerja sama dengan berbagai universitas dan perusahaan terdepan di bidang informasi dan teknologi.

“Dalam 15 tahun ke depan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta digital talent di bidang IT, atau setiap tahunnya Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu digital talents berbakat," kata Konjen Prasteyo.

"Kami saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti dengan Apple, Microsoft, Google, Amazon. Yang terbaru, kerja sama antara universitas UC Berkeley dengan Universitas Indonesia pada April lalu untuk beasiswa pendidikan, joint research dan kegiatan ilmiah lainnya," katanya, mengacu pada upaya Pemerintah Indonesdia dan KJRI San Francisco dalam mendukung Digital Talent Program untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital di dunia.

Ajak investor

Indonesia juga terus melakukan upaya untuk menarik investor ke Indonesia untuk berinvestasi dan bermitra dengan sejumlah perusahaan rintisan Indonesia. Selain dalam bentuk investasi, juga diharapkan lebih banyak kerja sama dengan para pihak di Amerika Serikat, khususnya yang berada di wilayah kerja KJRI San Francisco guna meningkatkan kapasitas pada program digital talent yang dimiliki Indonesia.

Kesempatan diskusi juga digunakan oleh Konjen Prasetyo Hadi untuk menjelaskan peran, tema dan agenda priotitas yang diusung Indonesia pada presidensi G-20 maupun rencana KTT G-20 di Bali pada 15-16 November 2022. Ia menjelaskan tiga pembahasan utama yang diangkat pada G-20 di bidang arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan transisi energi terbarukan. Khusus di bidang digital, disampaikan bahwa dalam kerangka G-20, akan diselenggarakan pertemuan khusus di tingkat pemerintah, dalam bentuk pertemuan bisnis dan pameran.

Pada sesi tanya jawab, terlihat antusiasme dan ketertarikan beberapa mitra untuk menjalin kerja sama pada bidang investasi di bidang ekonomi digital dengan pihak di Indonesia. “Kami akan tindak lanjuti kegiatan ini dengan mengundang mereka pada pertemuan yang lebih khusus dengan KJRI guna membahas kerja sama yang lebih konkret. Indonesia adalah big market yang menjanjikan. Dan kami, Pemerintah Indonesia, berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan investasi bagi semua pihak," kata Konjen Prasteyo. (yen)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image