FPCI dan Global Citizen Jadi Co-Host Global Town Hall 2022

Kabar Diplomasi  
BTS  (JEON HEON-KYUN/EPA-EFE)
BTS (JEON HEON-KYUN/EPA-EFE)

DIPLOMASI REPUBLIKA, JAKARTA -- Lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengumumkan kemitraan dengan organisasi advokasi internasional Global Citizen, Selasa (13/9). Berangkat dari tujuan yang sejalan, keduanya akan mejadi co-host perhelatan tahunan Global Town Hall (GTH). GTH tahun ini akan digelar 5 November mendatang.

“Global Citizen bangga bisa bermitra dengan Foreign Policy Community Indonesia, untuk menggemakan pesan manusia dan keterlibatan mereka pada isu global yang mendesak, yang tentunya penting bagi kita semua," kata Michael Sheldrick, Co-Founder and Chief Policy, Impact, and Government Affairs Officer, dalam keterangan tertulis yang diterima Diplomasi Republika, Selasa (13/9/2022).

Sheldrick menyebutkan, saat ini dunia menghadapi beragam isu mendesak mulai dari dampak invasi ke Ukraina pada perekonomian yang carut-marut, hingga pentingnya tindakan nyata terkait iklim dan memberantas kemiskinan. Sinergi antara Global Town Hall dan kampanye End Extreme Poverty NOW menjadi inspirasi bagi kerja sama FPCI dan Global Citizen.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Dan kami berkomitmen untuk memastikan pemerintahan di mana pun untuk mendengarkan Global Citizen di seluruh dunia dan meningkatkan upaya mereka dalam isu-isu tersebut, yang tak bisa ditunda-tunda lagi," kata Sheldrick menambahkan.

Global Citizen adalah sebuah platform aksi sosial terbesar di dunia yang mendorong penanggulangan kemiskinan. Mereka juga telah sukses menyelenggarakan Festival Musik Global Citizen pada 2021, diselenggarakan secara langsung serentak di seluruh dunia dihadiri ribuan penonton.

Ed Sheeran  (SANDER KONING/EPA-EFE)
Ed Sheeran (SANDER KONING/EPA-EFE)

Ed Sheeran, Elton John, Billie Eilish, Stevie Wonder, Shawn Mendes, dan BTS, merupakan beberapa di antara para penampil yang menyumbangkan waktu mereka untuk acara tersebut. Ratusan seniman, aktivis, dan organisasi advokasi, bekerja sama untuk menginspirasi kesadaran, mencari persatuan, dan membawa perubahan global.

Kemitraan Global Citizen dengan FPCI dalam GTH tahun ini bertujuan untuk menjangkau audiens lebih luas lagi di seluruh dunia. Pendiri sekaligus ketua FPCI Dr. Dino Patti Djalal menekankan pentingnya agar suara akar rumput seluruh dunia bersatu.

"Amatlah penting bagi akar rumput di seluruh dunia untuk terkait dan membuat suara mereka didengar dalam dialog dan debat terbuka. Itulah Global Town Hall --pertemuan gagasan Timur dan Barat, Utara dan Selatan-- yang melibatkan think tank, NGO, CSO, dan universitas seluruh dunia untuk membahas isu-isu yang penting bagi kita semua," kata Dino.

"Town Hall adalah wadah di mana tidak ada orang yang memonopoli jawaban. Namun, semua bersatu karena terikat pada keinginan bersama untuk meningkatkan dunia," ujarnya menambahkan.

FPCI adalah kelompok kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia, bahkan termasuk terbesar di Asia Tenggara. Lembaga non-profit ini memiliki lebih dari 100 ribu orang dalam rentang jaringan mereka.

Sementara Global Citizen menyampaikan kekuatan dan suara jutaan manusia secara global yang digemakan oleh para seniman besar dunia. Tujuannya, agar tercipta perubahan sistemik dengan cara bekerja sama dengan pemerintahan, para filantropis, dan sektor perusahaan untuk membuat perubahan kebijakan dan pendanaan yang berarti sehingga dapat mengatasi akar dari masalah kemiskinan.

Melalui advokasi dan inististif termasuk menggelar Global Citizen Festival, Global Citizen telah memobilisasi distribusi dana lebih dari 41,4 miliar dolar AS kepada minta lembaga swadaya masyarakat (LSM) seluruh dunia. Upaya itu dirasakan oleh 1.15 miliar orang di seluruh dunia.

Kini, sebagai bagian dari kampanye End Extreme Poverty NOW tahun ini, Global Citizen menyerukan G-7, G-20, dan pemerintahan dunia untuk kembali memberikan komitmen mereka. Komitmen yang dibutuhkan antara lain investasi pada masa depan perempuan dan anak-anak perempuan senilai 600 juta dolar AS, menutupi kekurangan pendanaan iklim tahunan senilai 10 miliar dolar AS, serta memberikan bantuan 500 juta dolar AS untuk membantu para petani Afrika dalam menanggapi krisis pangan global.

Global Citizen juga mendorong mengalokasikan kembali IMF Special Drawing Rights untuk memberikan bantuan ekonomi yang mendesak. Perubahan yang berkelanjutan diyakini hanya mungkin terwujud melalui kemitraan dengan masyarakat dan aktivis yang ada di garis depan dalam mengadvokasi perubahan.

Registrasi untuk Global Town Hall 2022 kini dapat diakses di www.gth2022.com

(yen)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image