Ini Isu Global Kekinian yang Diusung RI di Swedia

Kabar Diplomasi  
Dok. KBRI Stockholm
Dok. KBRI Stockholm

DIPLOMASI REPUBLIKA, STOCKHOLM -- Duta Besar RI Stockholm, Kamapradipta Isnomo, bersama dengan Dubes Prancis, Jerman, dan Australia untuk Swedia menjadi anggota panelis pada sesi “Perspektif Nasional dalam Transisi Hijau”, Selasa (22/11). Acara itu digelar dalam acara The 2nd Bright Green Summit yang diselenggarakan oleh Mundus International dan American Chamber of Commerce Chapter Sweden.

Tema utama yang diusung pada tahun ini adalah “Tanggapan Cepat Terhadap COP27”. Perhelatan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintahan, bisnis maupun akademisi, untuk saling bertukar pikiran atas hasil-hasil COP27 serta implikasi dan langkah-langkah tindak lanjutnya.

“Dengan dihasilkannya berbagai kesepakatan dalam COP27 di Sharm el-Sheikh dan KTT G-20 di Bali, seluruh pihak sepatutnya memanfaatkan momentum positif ini untuk terus tingkatkan komitmen dalam penanganan isu-isu perubahan iklim, keberlanjutan, dan energi terbarukan,” ucap Dubes Kamapradipta yang diterima Diplomasi Republika, Rabu (23/11).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dok. KBRI Stockholm
Dok. KBRI Stockholm

Menanggapi pertanyaan moderator, Dubes Kamapradipta menjelaskan lebih lanjut beberapa langkah konkret Pemerintah Indonesia dalam menanggapi isu-isu tersebut. Tanggapan itu antara lain penciptaan Kerangka Transparansi Nasional yang sejalan dengan Kesepakatan Paris; komitmen untuk terus kembangkan energi baru dan terbarukan; penerapan moratorium izin pembukaan lahan; serta pengurangan penebangan liar dan kebakaran hutan.

Para panelis sepakat bahwa transisi hijau membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Mereka tidak saja pemerintah, namun juga sektor bisnis yang perlu terus tingkatkan investasi dan kembangkan inovasi di bidang teknologi hijau dan berkelanjutan. Terkait ini, Dubes Kamaparadipta menekankan bahwa Indonesia siap bermitra dan terbuka untuk investasi asing, terutama dari Swedia, yang memiliki misi dan visi serta komitmen untuk mengembangkan teknologi hijau di Indonesia.

“Dengan track record inovasi dan teknologi yang luar biasa, Indonesia sangat berharap perusahaan Swedia dan Eropa mulai melirik Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi untuk mengembangkan usahanya,” ucap Dubes Kamapradipta. ”Contohnya, sebagai negara yang kaya dengan cadangan nikel, Indonesia siap berperan besar dalam global supply chain industri baterai dan pengembangan kendaraan listrik.”

Bright Green Summit tahun ini menampilkan sesi panel yang membahas berbagai isu relevan dengan transisi hijau, antara lain mobilitas, perdagangan dan investasi hijau, digitalisasi dan infrastruktur. Beberapa perusahaan dan pihak yang turut berpartisipasi dan mendukung acara, antara lain Microsoft, Coca-Cola, Lufthansa, dan Nasdaq. (yen)

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image