Sejarah: Pecahkan Rekor, Fossett Keliling Dunia 67 Jam Tanpa Henti

Sejarah Hari Ini  
GlobalFlyer yang diterbangkan Steve Fossett mengelilingi dunia dalam 67 jam pada 2005. (NASA via wikimedia)
GlobalFlyer yang diterbangkan Steve Fossett mengelilingi dunia dalam 67 jam pada 2005. (NASA via wikimedia)

DIPLOMASI REPUBLIKA -- Steve James Fossett akrab dengan sederet rekor dunia. Salah satunya terjadi pada 3 Maret 2005. Laman Britannica menuliskan, saat itu, petualang Amerika ini menjadi orang pertama yang terbang solo mengelilingi dunia dalam 67 jam tanpa henti dan tanpa mengisi bahan bakar.

Ia terbang 28 Februari dan mendarat 3 Maret 2005 di Kansas. Pesawatnya adalah GlobalFlyer, pesawat dengan 13 tangki bahan bakar dan ruang kokpit sepanjang 2 meter.

Artinya, selama tiga hari ia terus menerus menerbangkan pesawatnya. Namun, akhir hidupnya dapat dikatakan tragis. Yuk, ikuti terus sekilas perjalannya berikut ini.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Fossett lahir 22 April 1944 di Jackson, Tennessee, Amerika Serikat (AS). Ia meraih gelar sarjana bidang ekonomi dan filosofi di Stanford University pada 1966. Gelar MBA juga diraihnya 1968 dari Washington University

Steve Fossett (John Mathew Smith/Wikimedia)
Steve Fossett (John Mathew Smith/Wikimedia)

Penyuka tantangan ini berhasil menjadi pialang komoditi. Ia bahkan sempat mendirikan perusahaan sekuritas Lakota Trading pada 1980-an.

Pada 2002 ia menjadi orang pertama yang terbang dengan balon udara mengelilingi dunia. Laman resmi Fossett menyebutkan, sang legenda ini juga menorehkan rekor perjalanan tercepat dengan kapal layar mengelilingi dunia pada 2004. Singkatnya, ia memecahkan 23 rekor dunia dan sembilan rekor dalam lomba kecepatan.

Fossett menjadi tokoh yang dipajang di National Aviation Hall of Fame pada Juli 2007 di Ohio. Saat ia bertekad akan terus terbang.

"Saya harap Anda sekalian tidak memberikan penghargaan ini karena Anda menduga petualangan saya sudah berakhir. Nyatanya, saya belum selesai," kata Fossett.

Nasib berkata lain. Pada September 2007, Fossett dinyatakan hilang saat terbang di atas Sierra Nevadas. Ia tidak menyiapkan parasut, juga tidak memakai jam tangan yang mampu mengirimkan sinyal lokasi. Transponder tak menangkap sinyal apapun dari Fossett.

Wilayah tempat Fossett hilang memang amat terpencil dan jauh. Belum lagi lahan dengan kontur curam dan sebaliknya, terjal.

Pada 15 Februari 2008, Fossett resmi dinyatakan meninggal dunia oleh pengadilan di Chicago. Pada Oktober, pesawat dan bagian tubuh yang dipercaya miliknya ditemukan di Inyo National Forest, Nevada. Tes DNA mengukuhkan dugaan sebelumnya, bahwa tulang yang ditemukan itu memang milik Fossett. (yen)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image